Fakultas Agama Islam Unuha Adakan Seminar Internasional Bahas Isu Lingkungan dalam Perspektif Islam
Oku Timur – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nurul Huda (Unuha) mengadakan seminar internasional berkolaborasi dengan pascasarjana dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (HIMA PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Seminar internasional FAI kali ini membincang mengenai Islam dan persoalan global lingkungan hidup yang bertemakan Islamic Contribution To Global Environment Stewardship. Agenda digelar dengan khidmat diadakan pada Minggu, (31/05/2026) secara daring pada pukul 08.00 WIB.
Forum seminar diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unuha, doa, sambutan, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dan diskusi dengan peserta. Tujuan diadakan seminar internasional ini adalah untuk memperkuat iklim akademik di luar kelas dan membangun komitmen belajar dalam mendalami isu lingkungan hidup dalam perspektif Islam
“Alhamdulillah terselenggara seminar internasional pada hari ini merupakan bagian dari implementasi kerjasama antara fakultas agama Islam dengan PCINU Taiwan. Seminar ini menjadi wujud komitmen Fakultas Agama Islam dalam mengembangkan kegiatan akademik luar kelas yang berskala internasional sekaligus memperkuat fakultas dan prodi untuk merespon terkait isu global. Termasuk pelestarian lingkungan hidup melalui perspektif nilai-nilai Islam yang tentunya relevan dengan Visi Universitas Nurul Huda,” ujar Marlina, M.Pd, selaku dekan FAI Unuha
Selain itu Mukhamad Fathoni, M.Pd.I selaku rektor Unuha juga ikut membuka agenda seminar internasional FAI dengan rasa bangga dengan menekankan pengembangan keilmuan di luar kelas.
“Atas nama pimpinan Universitas Nurul Huda saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen bersama kita untuk membangun kesadaran mengembangkan keilmuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui seminar internasional ini,” jelas Rektor Unuha.
Pembahasan seminar yang pertama disampaikan oleh pemateri Dedy Mardiansyah, M.Pd selaku wakil ketua yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda. Dedy Mardiansyah membahas mengenai advokasi komering sebagai bentuk pelestarian lingkungan, pendidikan, dan tradisi lokal sebagai basis islam nusantara.
Ia menjelaskan dengan penjelasan yang runut dan padat bahwa fokus yang telah dikembangkan Pondok Pesantren Nurul Huda sejak tahun 2011 adalah advokasi pesantren dapat tumbuh dan berkembang sekaligus menjalankan amanah pelayanan, pelestarian, dan pemeliharaan lingkungan. Sehingga tema yang diangkat berkaitan dengan pengembangan universitas dan pesantren berbasis ekologi serta ekonomi yang berkelanjutan.
“Universitas Nurul Huda ini berupaya mengembangkan pendekatan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual dan berakar pada realitas nusantara, khususnya Komering. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merumuskan kurikulum pesantren yang transformatif agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada tradisi pesantren,” tambahnya.
Dilanjut pemaparan materi oleh narasumber kedua yakni Muhammad Ghofur, S.E, M.Pd selaku Ketua PCINU Taiwan. Terdapat dua sesi penjelasan yakni menjelaskan secara singkat terkait profil PCINU Taiwan dan materi Pengelolaan Lingkungan dalam perspektif Islam. Pada pembahasan pertama, dipaparkan kontribusi dan kerja-kerja PCINU Taiwan dalam melakukan dakwah, islamisasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada materi kedua, Muhammad Ghofur memaparkan secara lugas terkait perspektif Islam saat ini dalam merespon permasalahan lingkungan sekaligus menceritakan bagaimana Taiwan memiliki kesadaran penjagaan lingkungan yang optimal.
“Taiwan dapat dijadikan salah satu contoh pengelolaan lingkungan yang efektif melalui sistem daur ulang yang baik serta partisipasi aktif masyarakat. Meskipun mayoritas penduduknya bukan Muslim, banyak nilai yang selaras dengan ajaran Islam diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, disiplin, tertib, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sangat tinggi,” terangnya.
Selain, Muhammad Ghofur, pemateri ketiga yakni Nor Kholidin, M.Pd selaku dosen PGMI Unuha juga memaparkan materi mengenai Pendekatan Pembelajaran Ramah Anak terhadap Nilai-nilai Keagamaan. Di sesi awal Nor Kholidin menjelaskan mengenai permasalahan yang terjadi di dunia Pendidikan seperti kekerasan fisik, psikis, dan verbal yang merusak nilai luhur Pendidikan.
Ia mengingatkan kepada para peserta termasuk mahasiswa sebagai calon pendidik perlu memahami bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehingga tujuan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik dapat tercapai. Transfer nilai-nilai keagamaan penting untuk membentuk pengembangan karakter dan lingkungan yang harmonis.

Sesi terakhir dilanjut oleh pemateri keempat yakni Dr. Romdloni, M.Pd yang membahas mengenai fenomena rendahnya kesadaran ekologis terhadap alam. Fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat,gaya hidup konsumtif, dan kurangnya tanggung jawab sosial.
Pendidikan Islam berperan dalam membangun karakter yang peduli lingkungan, mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian alam ke dalam kurikulum, menanamkan etika dalam berinteraksi dengan alam, serta mengembangkan spiritualitas ekologis yang mendorong tanggung jawab manusia sebagai khalifah untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan.
Setelah selesai sesi penyampaian materi, dilanjut diskusi dan tanya jawab dari peserta kepada narasumber. Kemudian, dilanjut dengan sesi foto bersama dan penutup sebagai tanda berakhirnya agenda. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti agenda seminar internasional Fakultas Agama Islam dengan dihadir sekitar 200 lebih peserta.
